Identitas dan Panggilan Gereja dalam Perspektif Lutheran

Esra Sinaga

Abstract


The Church often ignores the identity that God has given that so called double identity. The fact shows that there are two extreme points of view from the polar circles, which then render this as the expression of life, have church. First, the church is likened to the pole only as a container or club that is home to the saints who express their lifestyle to become a community. They only take care of spiritual matters, demanding piety of life (pietis), but forget that they are also called on to pay attention to their surroundings and fellow. The second pole, the church is a group of people who only pay attention to activities and social life solely. Through qualitative descriptive study through analyzing the facts on the ground, the study tries to see how the views about the identity of Lutheran Church. With describe the views that are found in the literature, it can be concluded that the church has a clear identity and call in view of Lutherans. The Principle of the Priesthood of believers that all Christians are paralleled in the faith, then all the potential of the faithful must be actuated for the work of the Lord. They are also called to take part in the ministries of the church and the community with the aim of seeking a Christian life in all sectors of life.


Abstrak

Gereja sering mengabaikan identitasnya yang telah diberikan Allah yang disebut dengan identitas ganda. Kenyataan menunjukkan bahwa terdapat dua kutub pandang yang ekstrim dari kalangan gereja, yang kemudian menjadikan hal ini sebagai ekspressi dalam kehidupan bergereja. Kutub pertama, gereja diibaratkan hanya sebagai wadah atau klub yaitu tempat bagi orang-orang kudus yang mengekspresikan gaya hidup mereka menjadi suatu komunitas yang eksklusif. Mereka hanya mengurusi perkara-perkara rohani, menuntut kesalehan hidup (pietis), namun lupa bahwa mereka juga dipanggil untuk memperhatikan sekeliling dan sesama mereka. Kutub kedua, gereja merupakan kumpulan orang-orang yang hanya memperhatikan aktifitas dan kehidupan sosial semata. Melalui kajian deskriptif kualitatif dengan menganalisa fakta-fakta di lapangan, penelitian ini mencoba melihat bagaimana pandangan Lutheran tentang identitas gereja. Dengan mendeskripsikan pandangan-pandangan yang ditemukan dari literatur, dapat disimpulkan bahwa gereja memiliki identitas dan panggilan yang jelas dalam pandangan Lutheran. Prinsip Imamat Am orang percaya bahwa semua orang kristen sejajar dalam soal iman, maka semua potensi orang beriman harus digerakkan bagi pekerjaan Tuhan. Mereka juga terpanggil untuk mengambil bagian dalam pelayanan gereja dan masyarakat dengan tujuan mengupayakan perikehidupan yang kristiani di semua sektor kehidupan.


Keywords


identity; called; church; perspective; Lutheran; identitas; panggilan; gereja; perspektif

Full Text:

PDF

References


Alkitab. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2000.

Aritonang, Jan S. Berbagai Aliran di dalam dan di Sekitar Gereja. Jakarta : BPK Gunung Mulia, 2011.

Aritonang, Jan S. Garis Besar Sejarah Reformasi, Jurnal Info Media: Bandung:,2007

Berkhof, H. & I.H. Enklaar,Sejarah Gereja, Jakarta : PT BPK Gunung Mulia, , 2011

Boangmanalu, J, Praeses Pdt.Cyrellus Siamnjuntak, Pendidik,Misionaris dan Motivator, BPK Gunung Mulia, Jakarta: 2008

Brownlee, Malcolm. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan: Dasar Theologis bagi Pekerjaan orang Kristen dalam Masyarakat. Jakarta: Gunung Mulia, 2011.

Brecht, Martin. Martin Luther: Shaping and Defining the Reformation 1521-1532. USA: Fortress Press, 1994.

de Jonge, Chr & Jan S. Aritonang, Apa & Bagaimana Gereja ? Pengantar sejarah Eklesiologi, Penerbit : PT. BPL Gunung Mulia, Jakarta,2013

Kittelson, James M. Luther The Reformer: The Story of the Man and His Career. Augsburg: Publishing House, 1986.

Koehler, Edward W.A. Inti Sari Ajaran Kristen. Pematang Siantar: Kolportase Pusat GKPI, 2010.

Kooiman, W.J. Martin Luther, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2006

Lohse, Bernhard. Martin Luther: An Introduction to His Life and Work. Philadelphia: Fortress Press, 1986.

Luther, Martin. Work of Martin Luther:Vol III. Philadelphia: Muhlenberg Pers, 1930.

McGrath, Alister E. Sejarah Pemikiran Reformasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012.

Simorangkir, Mangisi S.E. Ajaran Dua Kerajaan Luther. Pematang Siantar: Kolportase Pusat GKPI, 2008.

Sirait, Saut. Politik Kristen di Indonesia: Suatu Tinjauan Etis. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Stott, John R.W. One People (Satu Umat): Menuntun Gereja menjadi Komunita yang Melayani. Malang: Literatur Saat, 2004.

Stott, John R.W. The Living church: Menanggapi Pesan Kitab Suci Yang Bersifat Tetap Dalam Budaya Yang Berubah. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Sumakul, H.W.B. Panggilan Iman dalam Teologi Luther dan Calvin: Suatu Kajian Etika Sosial Politik dalam Gereja Reformasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Tappertt ,Theodore G. Buku Konkord, Konfesi Gereja Lutheran, Penerbit:PT BPK Gunung Mulia, Jakarta : 2004

Tjen, Anwar, Marthin Luther, Katekismus Besar, terjemahan, BPK Gunung Mulia,Jakarta,1996

Van den End, Th. Harta Dalam Bejana: Sejarah Gereja Ringkas. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 2011.

Van den End, Th. Ragi Carita I: Sejarah Gereja di Indonesia 1500 – 1860. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Van den End, Th & Weitjens, J. Ragi Carita 2: Sejarah Gereja di Indonesia 1860 –an – Sekarang. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Verkuyl, J. Etika Kristen : Ras, Bangsa, Gereja dan Negara. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1982.

Vine,W.E. Ekspository Dictionary of New Testament Words. McLean, Va; MacDonald Publishing Company.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
KAIROS: Jurnal Teologi Lutheran by http://ejournal.sttgkli.ac.id/index.php/kairo is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 KAIROS terdaftar pada situs: