Peranan Gereja Menghadapi Degradasi Moral Menurut I Timotius 2:3-4

Agus Marulitua Marpaung

Abstract


Degradation of morality becomes a serious problem in the lifestyle of community nowadays, Not only in the midst of family and environments but only in the spiritual life. Apostle Paul through his experience and belief encourage dan gave a lesson to the believers optimistically and biblically to face the degradations of morality. Understanding the will of God which is stated in I Timothy 2:3-4 in the context of the ministry of Paul as the apostle of God to Israel dan Gentiles as an example to every single believer may act to make changes to the quality of morality so that influence family and community surroundings.


Abstrak

Degradasi moral menjadi permasalahan yang serius dalam kehidupan  masyarakat masa kini, karena bukan hanya dalam kehidupan keluarga dan masyarakat bahkan sudah masuk dalam lingkungan gereja. Oleh sebab itu gereja perlu mempersiapkan diri menghadapai degradasi moral ini. Sebab bila tidak demikian maka ini menjadi ancaman bagi generasi gereja pada masa yang kini dan akan datang. Rasul Paulus melalui 1Timotius 2:3-4 menyatakan kehendak Allah yangmemiliki unsur penting dalam menghadapi degradasi moral. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis tentang 1Timotius 2:3-4 sebagai dasar bagi gereja untuk mempersiapkan diri menghadapi degradasi moral. Dengan menggunakan metode deskripsi dan analisa teks, artikel ini memberikan kesimpulan bahwa keselamatan dan pengetahuan akan kebenaran merupakan kebutuhan setiap anggota jemaat agar mampu menghadapi degradasi moral.



Keywords


degradation; morality; salvation; knowledge; degradasi; moral; keselamatan; pengetahuan

Full Text:

PDF

References


Baxter, J. Sidlow. Menggali Isi Alkitab 4. Jakarta: OMF Bina Kasih, 1999.

Boehlke, Robert R., Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen Jilid 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Baker, Charles F., A Dispensational Theology. Jakarta: Pustaka Alkitab Anugerah, 2009.

Drane, John. Memahami Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia,1996.

E. G. Homrighausen & Dr. I. H. Enklaar. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.

Gangel, Kenneth O., Membina Pemimpin Pendidikan Kristen. Malang: Gandum Mas, 1998.

Graham, Billy. Peace With God. Batam: Interaksara, 1999.

Thayer, Joseph. Thayer’s Greek-English Lexicon of The New Testament. Massachussets: Hendrickson Publisher, 1996.

Kristianto, Eddy. Selilit Sang Nabi. Yogyakarta: Kanisius, 2007.

Lahaye, Tim. Transformed Temperaments. Illinois: Tyndale House Publisher, 1993.

Marantika, Chris. Principles & Practice of The world Mission. Yogyakarta: STII, 2002.

Marpaung, Agus M., Gereja Yang Belajar. Yogyakarta: Andi Offset, 2017.

Sidjabat, B. S., Mengajar Secara Profesional. Bandung: Kalam Hidup, 1993.

Strong, James. The New Strong’s Exhaustive Concordance Of the Bible. Nashville: Thomas Nelson, 1990.

Warren, Rick. The Purpose Driven Church. Manila: OMF Literature, 2002.

Wiryadinata, Halim. “An Understanding the Pauline Christology Significance of Firstborn ( Protokos ) In The Light of Paschal Theology : Critical Evaluation on Colossian 1 : 15-20” 4, no. 1 (2018): 14–25.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
KAIROS: Jurnal Teologi Lutheran by http://ejournal.sttgkli.ac.id/index.php/kairo is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 KAIROS terdaftar pada situs: